JANGAN MENAMBAH RACUN DALAM TUBUH ANDA, SAATNYA BERHENTI MENGKONSUMSI OBAT-OBAT KIMIA SEKARANG JUGA...

Minggu, 19 Februari 2012

Waspadai Titik Rawan Obat

Alcohol


Kandungan alcohol biasanya terdapat dalam obat-obatan cair, seperti sirup, obat batuk, obat flu, paracetamol, (pereda sakit/demam-red) dsb. Bahkan pada beberapa produk obat ditemukan penggunaan alcohol sampai 10% lebih, melampaui batas yang ditetapkan LP POM MUI sebesar 1 %. 

Sebenarnya fungsi alcohol, kata Dyah - yang bekerja di Balai POM Yogyakarta - adalah untuk melarutkan zat aktif. Misalnya pada paracetamol sirup, bahan paracetamol dilarutkan dengan alcohol baru kemudian dibuat sirup. Maka untuk paracetamol, utamanya anak-anak Dyah menganjurkan untuk memilih yang bentuknya suspensi (cirinya harus dikocok terlebih dahulu), yang biasanya memakai pelarut yang bukan alcohol. Bukan yang bening. 

Kapsul 

Kapsul digunakan untuk mewadahi obat, yang berbentuk bubuk (hasil racikan), cair, pasta dsb, agar lebih mudah diminum. Kapsul menjadi rawan haram lantaran bahan pembuatnya adalah gelatin yang bisa berasal dari kulit dan tulang babi atau sapi. 

Menurut Dyah, gelatin yang berasal dari babi ini memang relative murah dari pada gelatin sapi. Oleh karena itu banyak digunakan untuk kapsul. Namun begitu, walau lebih mahal, kapsul dari gelatin sapi banyak juga beredar di Indonesia. Karena itu, bila memungkinkan usahakan kapsul yang kita gunakan berasal dari sapi. Atau sebagai kehati-hatian, jangan gunakan obat yang dikemas dalam kapsul. 

Insulin 

Para penderita diabetes mellitus (kencing manis) adalah pengguna setia insulin yang biasanya disuntikkan ketubuh, terutama penderita diabetes tipe l yang amat tergantung pada insulin. Insulin dihasilkan dari pancreas babi atau sapid an yang banyak beredar di pasaran adalah dari babi. Insulin sintetis ternyata juga tidak bisa terlalu diandalkan. Untuk itu amat perlu kewaspadaan bila menggunakan insulin. Selama masih memungkinkan pilihlah insulin yang halal. 

Plasenta 

Selain berguna untuk bahan kosmetika, plasenta juga digunakan untuk obat-obatan. Salah satunya sebagai obat untuk melancarkan air susu ibu (ASI). Perlu diwaspadai apakah plasenta itu berasal dari manusia atau hewan. Dan bila berasal dari hewan, hewan apa yang dimaksud. 

Urine 

Beberapa waktu belakangan terapi urine dipercaya bisa untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menambah kebugaran tubuh. Walau bisa jadi terbukti secara ilmiah, urine bagi umat islam adalah najis yang tak boleh dikonsumsi. Apalagi dalam terapi ini seseorang harus meminum urine dalam jangka waktu lama sampai menunjukkan hasilnya. 

Cacing 

Cacing biasanya untuk obat typus atau obat penambah stamina tubuh. Di apotik atau toKO obat juga dijual ekstrak cacing yang dikemas dalam kapsul untuk memudahkan mengonsumsinya. Untuk kasus ini, fatwa MUI tahun 2000 membenarkan adanya pendapat ulama (Imam Malik Ibnu Abi Laila dan Al Auza’i) yang menghalalkan memakan cacing sepanjang bermanfaat dan tidak membahayakan. Dan MUI pun membenarkan pendapat ulama (Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i) yang mengharamkan memakannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls