JANGAN MENAMBAH RACUN DALAM TUBUH ANDA, SAATNYA BERHENTI MENGKONSUMSI OBAT-OBAT KIMIA SEKARANG JUGA...

Sabtu, 17 Maret 2012

PENYEBAB DAN CARA PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA ANAK

Kejang demam atau step (dari bahasa Belanda, koortsstuipen) adalah kejang yang dipicu oleh demam. Ini adalah kondisi yang cukup umum pada anak-anak. Sekitar 3-5% anak-anak usia di bawah 6 tahun pernah mengalaminya. Paling sering, kejang demam terjadi pada usia 18 bulan s.d. 3 tahun. Anak-anak di bawah 6 bulan dan di atas 6 tahun jarang yang mengalaminya.

GEJALA KEJANG DEMAM:

Pada saat kejang dimulai, tubuh anak Anda tiba-tiba kaku dan bola matanya berputar ke belakang. Tak lama kemudian dia kehilangan kesadaran. Tubuh, tangan dan kaki kemudian mengejang (kelojotan) dengan kepala terdongak. Kulit anak menjadi gelap, mungkin kebiruan. Napasnya tidak beraturan. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama. Dalam beberapa detik sampai menit anak Anda akan berangsur-angsur kembali mendapatkan kesadaran.

Anak Anda mungkin akan terlihat mengantuk untuk beberapa saat sebelum kembali normal. Meskipun hanya berlangsung beberapa menit, serangan kejang mungkin terasa sangat lama bagi Anda yang menyaksikan. Kejang pada anak-anak memang selalu merupakan pengalaman menakutkan.

PENYEBAB:

Kejang demam terjadi karena aktivitas listrik di otak terganggu oleh demam. Kejang demam dapat merupakan tanda pertama penyakit. Sebagian besar kejang demam terjadi dalam 24 jam pertama penyakit dan tidak selalu saat demam tertinggi. Penyakit yang dapat menyebabkan kejang demam adalah flu, pilek, infeksi telinga dan infeksi lain yang biasanya tidak serius.

Namun, penyakit serius seperti pneumonia atau meningitis juga dapat menjadi penyebabnya. Kecenderungan untuk mendapatkan kejang demam diwariskan dalam keluarga. Risiko anak memiliki kejang demam adalah 10-20% bila salah satu orangtuanya pernah mendapatkannya. Risiko meningkat menjadi sekitar 30% jika kedua orangtua dan saudara kandung pernah mendapatkannya.

PENANGANAN:

Bila anak Anda mengalami kejang demam, lakukan beberapa hal berikut:
  1. Rebahkan anak Anda di lantai atau matras yang beralas lembut. Jangan merebahkan anak di ranjang atau meja yang sempit sehingga berisiko terjatuh. Anda dapat menaruh bantal di kepalanya.
  2. Jika anak mulai muntah atau mengumpulkan air liur di mulutnya, pelan-pelan miringkan tubuhnya agar dia tidak tersedak.
  3. Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher.
  4. Singkirkan benda-benda berbahaya yang dapat melukai dia.
  5. Jangan menahan gerakan anak Anda selama kejang.
  6. Jangan menaruh benda apa pun ke dalam mulutnya. Dahulu orang biasa menempatkan batang kayu di mulut anak untuk mencegahnya menggigit lidah, tapi itu adalah gagasan yang buruk karena berisiko merusak gigi dan cedera mulut lain.
  7. Cobalah untuk tetap tenang. Kejang akan berhenti sendiri dalam beberapa menit.
  8. Fokuskan perhatian Anda untuk menurunkan demamnya.
  9. Bila tersedia, masukkan diazepam dalam bentuk supositoria semi padat ke dalam anus anak Anda untuk mempercepat penurunan demam (sesuai petunjuk dokter).
  10. Kompres kepala dan tubuhnya dengan air hangat (bukan air dingin). Air dingin atau alkohol justru akan meningkatkan demam.
  11. Jangan mencoba untuk menurunkan demam anak Anda dengan menempatkannya ke ruangan dingin. Anda dapat membuka jendela, namun ruangan tidak boleh terlalu dingin.
  12. Setelah kejang berakhir dan anak Anda terjaga, langkah yang paling penting adalah mengidentifikasi penyebab demamnya. Hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan saran perawatan lebih lanjut.
  13. Hubungi dokter segera bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi lebih dari sekali di hari yang sama atau anak Anda terlihat lemah atau sakit setelah kejang berakhir.

AKANKAH KEJANG DEMAM BERULANG..?

Sebagian besar kejang demam tidak berulang (hanya terjadi sekali seumur hidup anak). Namun, riset menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak yang mengalami kejang demam mengalaminya untuk kedua kali. Risiko kejang demam berulang meningkat jika anak Anda lebih muda dari 18 bulan, jika ada riwayat keluarga kejang demam atau jika penyebabnya demam yang tidak terlalu tinggi (38,5 derajat atau kurang).

Apakah kejang dapat menyebabkan kerusakan otak?

Kejang demam tidak akan menyebabkan kerusakan otak. Bahkan kejang yang berlangsung satu jam atau lebih pun hampir tidak pernah menyebabkan kerusakan otak. Kejang juga tidak berarti anak Anda memiliki epilepsi. Kejang epilepsi tidak disebabkan atau disertai oleh demam. Namun, kemungkinan epilepsi berkembang pada anak yang telah beberapa kali mengalami kejang demam memang sedikit lebih tinggi daripada yang tidak pernah mengalaminya. Peluang epilepsi berkembang pada anak yang pernah mengalami kejang demam adalah 2% sampai 4%.


(Sumber: http://majalahkesehatan.com)

7 komentar:

klikharry mengatakan...

ada banyak penyebab demam, dan yang paling ditakutkan adalah demam berdarah
http://klikharry.com/2012/07/21/gejala-demam-berdarah/

dhiyaulhaq mengatakan...

jazakallohu khoirr akhi atas tambahannya.... salam kenal....

Demam Berdarah mengatakan...

Terimakasih artikel nya sangat bbagus

Fatmawati Mustari mengatakan...

Jazakillah khoir atas infonya

andri mitra prasetyo mengatakan...

Assalammualaikum..baru tadi sore sekitar jam 5..anak saya tiba2 mengalami kejang..memang semalam badannya panas sampai 38,8c..kalau kejangnya pada saat badannya panas..saya tidak akan heran..karna saya sudah bersiap untuk hal itu..tapi ini tidak..saat badannya sudah tidak panas lagi..dan malah dia lagi bermain sama anak pertama saya dan kami sekeluarga lagi ngumpul di ruang tv..pada saat itulah anak saya lagi duduk nonton film kartun di laptop tiba2 dia terjatuh kebelakang..pada saat itu kami sengaja untuk diam..agar dia tidak menagis..tapi setelah kami perhatikan betul2..matanya langsung putih badannya tegang dan kejang..disitu saya beserta istri langsung panik tidak karuan..saya tidak ingat pasti apa yg saya lakukan..tapi yg pasti sya ingat saya dan istri mencoba untuk meluruskan badannya sembari di gendong istri dan saya usap2 badannya..berhubung klinik atau RS agak jauh dari rumah saya..jadi saya hanya berfikir singkat dan membawanya ke seseorang di depan rumah saya yg punya praktek pengobatan tradisonal..langsung saja istri saya ngebawa anak saya kesana..dan kerumah mengambil baju dan minyak kayu putih..disitu saya tidak melihat apa yg di lakukan bapak tersebut pada anak sya..krna saya sibuk bolak balek dari rumah ke rumah bapak tersebut mengambil barang keperluan..ketika saya keluar dari rumah saya ingin kerumah bapak tersebut..anak saya sudah sadar sambil menangis dibawa oleh istri bapak itu dan istri saya kerumah saya..saya langsung lega dan besyukur kepada allah swt..saya tanya istri sya apa yg di lakukan bapak itu kepada anak sya..istri sya jawab..hanya di pijat2 saja tangannya..langsung dia menangis..pada saat anak saya sudah sadar emang dia langsung mengantuk dan minta asi sambil tertidur sekitar beberapa menit..dan badannya lemas..dan untuk saat ini anak saya masih sering menagis/rewel..rencana besok akan saya bawa ke RS..untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jadi yang buat saya khawatir itu adlah ketika ank sya kejang..tapi badannya tidak panas..tapi setelah saya baca artikel disini..saya baru mengerti semuanya..terimakasih sang pembuat artikel..semoga bermanfaat untuk orang banyak..amin..amin..amin ya robbalalamin..wassalam

hendra jipp mengatakan...

Bisa menyebabkan kematian ga ya jika tidak cepat2 di tangani?

hendra jipp mengatakan...

Bisa menyebabkan kematian ga ya jika tidak cepat2 di tangani?

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls